HEGEMONI DAN RESISTENSI MASYARAKAT BIMA (SEBUAH KAJIAN POSKOLONIALISME SASTRA)

Authors

  • Farizal Fa hmi UNIQHBA
  • Idham Idham

DOI:

https://doi.org/10.1234/literasi.v1i01.58

Abstract

Kedatangan para kolonial di bangsa Indonesia tidak serta merta ingin menguasai wilayah secara geografis, melainkan juga ingin menanamkan ideologi. Hal itu terbukti dengan adanya sekolah-sekolah umum yang berdiri megah sampai hari ini, walaupun setiap tahun direvisi, belum lagi undang-undang yang selama ini kita gunakan. Undang-undang yang selama ini kita gunakan ternyata cangkokan dari Belanda. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui bentuk hegemoni kaum kolonial  terhadap  kaum pribumi dan resistensi masyarakat Bima. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah hegemoni, resistensi, dan poskolonialisme sastra. Ketiga teori tersebut digunakan untuk membongkar hegemoni dan resistensi masyarakat Bima. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitataif dengan pendekatan critical discorse analisys (diskursus analisis kritis). Karena dalam penelitian ini, penulis menggunakan subjek karya sastra maka sangat cocok digunakan pendekatan critical discourse analisys tersebut. Mengingat dalam penelitian ini menggunakan subjek sastra, maka teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pemberian makna, penafsiran, serta menginterpretasi teks yang ada di dalam novel Nikah Baronta karya Alan Malingi. Adapun langkah–langkah praktisnya adalah (1) membaca teks sastra secara berulang, (2) mengklarifikasi data yang dibutuhkan, (3) menganalisis dan menginterpretasi data, dan (4) membuat simpulan. Untuk mengabsahkan data, penulis menggunakan triangulasi data, yakni usaha memahami data melalui berbagai sumber, subjek peneliti, cara (teori, metode da teknik), dan waktu. Adapun hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah bahwa kaum kolonial melakakukan hegemoni terhadap masyarakat pribumi, dalam hal ini masyarakat Bima. Bentuk hegemoni yang dilakukan oleh kaum kolonial adalah hegemoni paksaan dan hegemoni kerelaan. Namun, kaum pribumi dalam hal ini masyarakat Bima tidak tinggal diam. Dalam kalimat lain bahwa masyarakat Bima melakukan perlawanan terhadap kaum penjajah yang bertindak sewenang-wenang terhadap mereka (kaum pribumi). Bentuk kaum pribumi adalah perlawanan budaya, agama, dan fisik.

 

Kata kunci : Hegemoni, Resistensi, Poskolonial Sastra.

Downloads

Published

2019-03-18